Komjen Suyudi Ario Seto Menguat Jadi Calon Kapolri: Pertarungan Politik di Balik Kursi Bhayangkara Satu

MELITERNews Com —Jakarta 16 September 2025 Indonesia Bursa calon Kapolri kian panas. Di tengah isu berakhirnya masa jabatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, nama Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mendadak melejit. Kepala BNN yang baru dilantik Presiden Prabowo Subianto itu digadang-gadang menjadi kandidat kuat memimpin Korps Bhayangkara. Jika benar, ia akan mengukir sejarah sebagai lulusan Akpol 1994 pertama yang menempati kursi Kapolri.

Latar belakang Suyudi bukan sembarangan. Ia dikenal sebagai jenderal reserse yang kenyang pengalaman, dari penyidik di Polda Metro Jaya, memimpin sejumlah Polres strategis, hingga dipercaya menakhodai jabatan-jabatan elit di Bareskrim dan Polda Metro. Tahun 2024 ia diangkat menjadi Kapolda Banten, lalu hanya setahun berselang dilompatkan ke kursi Kepala BNN sekaligus menyandang pangkat Komjen (bintang tiga). Lonjakan karier ini jelas bukan kebetulan, tapi sinyal politik.

Isu Surpres (Surat Presiden) pengganti Kapolri kabarnya sudah disiapkan, meski DPR dan Komisi III bersuara belum menerima dokumen resmi. Namun, publik paham: pergantian Kapolri bukan sekadar soal prosedur administratif. Ia adalah pertarungan kepentingan — siapa yang dipercaya Presiden, siapa yang bisa diterima parlemen, dan siapa yang mampu mengendalikan dinamika internal Polri.

Nama Suyudi menguat karena dianggap “bersih”, memiliki rekam jejak panjang, dan relatif minim kontroversi. Tapi apakah itu cukup? Sejarah menunjukkan, kursi Kapolri seringkali ditentukan bukan semata oleh meritokrasi, melainkan juga oleh kalkulasi politik di Istana dan lobi di Senayan.

Kini, bola ada di tangan Presiden Prabowo. Jika benar Suyudi dipilih, maka pesan yang tersirat jelas: era regenerasi di tubuh Polri dimulai lebih cepat, dengan wajah baru yang mewakili angkatan muda Akpol 1994. Namun, jika ternyata ada nama lain yang muncul, publik kembali diingatkan bahwa jabatan Kapolri adalah arena kompromi kekuasaan, bukan sekadar karier profesional.

Satu hal pasti: kursi Bhayangkara Satu bukan hanya soal pangkat dan bintang di pundak, melainkan juga arah politik keamanan bangsa. Dan di sanalah, nama Komjen Suyudi Ario Seto kini tengah dipertaruhkan.

Tim : Devisi humas LKRI News